Jonggat, Lombok Tengah — SMAN 1 Jonggat kembali menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan dunia pendidikan dengan lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu. Hal tersebut ditandai dengan dilaksanakannya kegiatan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Program “PELITA” yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAN 1 Jonggat tersebut mengangkat sejumlah materi penting terkait pengenalan kelembagaan, penanganan pelanggaran, penyelesaian sengketa, serta pengenalan literasi JDIH Bawaslu. Program ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada peserta didik dan warga sekolah mengenai peran, tugas, serta fungsi Bawaslu dalam mengawal proses demokrasi dan pemilihan umum di Indonesia.
Pembukaan kegiatan dilakukan secara langsung oleh Kepala Bawaslu Kabupaten Lombok Tengah. Kehadiran pimpinan Bawaslu Lombok Tengah sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga pengawas pemilu dengan institusi pendidikan dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini di kalangan generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, materi dan pemaparan disampaikan oleh Muhammad Taisir, S.H. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai kelembagaan Bawaslu, termasuk bagaimana Bawaslu menjalankan tugas dan kewenangannya dalam melakukan pengawasan terhadap berbagai tahapan pemilu serta mencegah dan menangani potensi pelanggaran.
Mengenalkan Bawaslu dan Pentingnya Pengawasan Demokrasi
Salah satu fokus utama dalam sosialisasi adalah memberikan pemahaman mengenai kelembagaan Bawaslu. Para peserta diperkenalkan dengan fungsi Bawaslu sebagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan penyelenggaraan pemilu.
Pemahaman tersebut dinilai penting bagi peserta didik karena generasi muda merupakan bagian penting dari masa depan demokrasi Indonesia. Melalui pengetahuan yang benar, peserta didik diharapkan tidak hanya menjadi pemilih yang menggunakan hak pilihnya, tetapi juga mampu memahami pentingnya proses demokrasi yang berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan berintegritas.
Selain pengenalan kelembagaan, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai penanganan pelanggaran dalam pemilu. Materi ini memberikan gambaran tentang berbagai bentuk pelanggaran yang dapat terjadi serta bagaimana mekanisme penanganannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tidak kalah penting, kegiatan juga membahas penyelesaian sengketa. Para peserta diperkenalkan dengan mekanisme penyelesaian sengketa dalam konteks kepemiluan sehingga memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai bagaimana persoalan dalam proses pemilu dapat ditangani melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan.
Meningkatkan Literasi Hukum melalui JDIH Bawaslu
Bagian lain yang menjadi perhatian dalam kegiatan adalah pengenalan literasi JDIH Bawaslu. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya akses terhadap informasi dan dokumen hukum sebagai bagian dari peningkatan literasi hukum dan kepemiluan.
Dengan adanya pengenalan tersebut, peserta didik diharapkan dapat lebih terbiasa mencari, memahami, dan menggunakan informasi hukum dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan generasi muda untuk memiliki kemampuan literasi informasi yang baik di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di media digital.
Kegiatan sosialisasi dan FGD juga berlangsung dalam suasana interaktif. Format Focus Group Discussion memberikan kesempatan kepada peserta untuk tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdiskusi, menyampaikan pandangan, serta memahami persoalan demokrasi dan kepemiluan dari berbagai sudut pandang.
Membangun Generasi Muda yang Sadar Demokrasi
Bagi SMAN 1 Jonggat, kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperluas pengalaman belajar peserta didik di luar pembelajaran di dalam kelas. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kesadaran hukum, tanggung jawab sosial, serta kemampuan peserta didik untuk berpartisipasi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui Program “PELITA”, peserta didik diharapkan semakin memahami bahwa demokrasi bukan sekadar kegiatan pemungutan suara, melainkan sebuah proses yang membutuhkan partisipasi, tanggung jawab, kejujuran, kepatuhan terhadap aturan, serta penghormatan terhadap hak orang lain.
Kepala SMAN 1 Jonggat beserta seluruh warga sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi antara Bawaslu dan sekolah diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan edukatif yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik mengenai demokrasi, kepemiluan, hukum, dan kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Sosialisasi dan FGD Program “PELITA” di SMAN 1 Jonggat pada akhirnya tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan dialog untuk menumbuhkan generasi muda yang kritis, sadar hukum, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan demokrasi Indonesia.
Dengan semakin dikenalnya tugas dan fungsi Bawaslu serta pentingnya literasi kepemiluan di lingkungan sekolah, diharapkan lahir generasi pelajar yang mampu menjadi pemilih cerdas, beretika, dan turut menjaga kualitas demokrasi di masa yang akan datang.
SMAN 1 Jonggat — Mendidik, Menginspirasi, dan Menyiapkan Generasi Berintegritas untuk Masa Depan.
#SMAN1Jonggat #ProgramPELITA #BawasluLombokTengah #SosialisasiBawaslu #FGD #LiterasiDemokrasi #LiterasiPemilu #PendidikanDemokrasi #PelajarSadarDemokrasi #PemilihCerdas #DemokrasiIndonesia #LombokTengah















