PAT CBT SMA NEGERI 1 JONGGAT TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Bagikan artikel ini ke:

JONGGAT- Mulai hari Rabu tanggal 02 Juni 2021, SMA NEGERI 1 JONGGAT melaksanakan penilaian akhir tahun (PAT) 2021. Kegiatan ini dilaksanakan sampai hari Kamis tanggal 10 Juni 2021. Kegiatan penilaian tersebut berdasarkan surat Dinas DIKBUD NTB nomor 421.3/1350.UM/Dikbud yang membolehkan setiap sekolah SMA/SMK di lingkungan Provinsi NTB melakukan penilaian mulai tanggal 2 sampai dengan tanggal 17 Juni 2021. Persiapan PAT 2021 di SMA Negeri 1 Jonggat telah dimulai sejak SK dikeluarkan pihak sekolah, seperti pembentukan panitia telah dilaksanakan dan ditentukan bersama melalui rapat terbatas. Rapat terbatas yang diadakan di ruang rapat pada hari Senin tanggal 31 Mei 2021 yang melahirkan Surat Keputusan Kepanitiaan Penilaian Akhir Tahun 2021.

Menurut kepala Sekolah SMA Negeri 1 Jonggat, Dian Iskandar Jaelani, surat keputusan ini menjadi pengikat komitmen untuk melaksanakan tugas ini dengan sungguh-sungguh dan mempersiapkannya secara maksimal dan penuh tanggung jawab untuk meminimalisasi kemungkinan masalah atau kendala pada saat pelaksanaan. Ditambahkan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Mohamad Fadli, yang ditemui di ruangannya berharap bahwa pelaksanaan PAT ini berjalan lancar dan baik tanpa kendala apapun. Berdasarkan pengalaman tahun lalu kendala yang biasanya terjadi adalah sistem CBT error loading akibat jaringan wifi internet yang lamban dan terbatasnya spesifikasi gawai android yang digunakan siswa, tandasnya. Kendala seperti ini mengakibatkan siswa-siswi lama menunggu proses loginnya yang berujung terlambat menyelesaikan dan menjawab soal-soal. Oleh sebab itu, diharapkan tim teknisi dan proktor yang telah ditunjuk melalui SK kepanitiaan PAT 2021 agar dapat mengantisipasi hal ini dengan memaksimalkan sistem aplikasinya dengan baik agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Mohammad Fadli menegaskan kembali bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami perkembangan di semua bidang kehidupan termasuk pendidikan. Kita sebagai praktisi pendidikan harus tetap beradaptasi dengan perkembangan tersebut, jika tidak ingin tertinggal. Pelaksanaan program evaluasi yang berbasis teknologi elektronik berupa komputer, gawai, dan alat elektronik lainnya sekarang menjadi keniscayaan dan pilihan yang dianggap lebih praktis, hemat, akuntabel, dan akurat. Ditanyakan tentang kemungkinan siswa mencontek dalam ulangan, dia mengatakan apabila dalam pelaksanaannya ada temuan praktik-praktik tidak jujur seperti mencontek dan sejenisnya, maka yang perlu dirubah dan diperbaiki adalah sistem kepengawasannya harus lebih diperketat dan lebih terkontrol. Tetapi secara umum Fadli menilai bahwa penilaian berbasis teknologi dapat meminimalisasi untuk mencontek.

Secara terpisah, kepala sekolah yang ditemui secara langsung di ruangannya mengatakan sangat setuju dengan waka kurikulum. Penilaian dengan sistem CBT merupakan langkah maju dan menjadi prestasi kita yang perlu terus dilakukan. Kekurangan dan kendala apapun dalam PAT berbasis CBT akan diatasi secepatnya. Jika ada ditemukan siswa yang mencontek maka tugas pengawas yang bertugas mengatasinya. Mengkonfirmasi kemungkinan mencontek dengan menggunakan sistem CBT, Ketua OSIS SMA Negeri 1 Jonggat Satria Pratama Nuasa Sejagat membenarkan kika mencontek dengan menggunakan sistem CBT sangat sulit. Dia mengatakan bahwa kemungkinan mencontek sangat terbatas dan sulit dilakukan oleh semua siswa. Jika PAT yang berbasis pada kertas sangat memberi peluang untuk mencontek dan bertanya pada teman-teman sekitar. Lain halnya dengan PAT berbasis CBT menyulitkannya untuk mencontek. Satria mengatakan, jika CBT ini telah dibuka, aplikasi lain tidak dapat dibuka di gawai yang sama. Kedua, soal diacak dan berbeda pada nomor yang sama dengan teman-temannya. Dalam Rapat Kordinasi terbuka yang dilangsungkan di ruang Guru SMA Negeri 1 Jonggat yang dihadiri oleh seluruh guru kepala sekolah menghimbau kembali kepada seluruh guru yang dijadualkan sebagai pengawas PAT agar melakukan pengawasan yang ketat dan bertanggung jawab agar pelaksanaan PAT ini dapat memperoleh hasil yang dapat menjadi acuan dan cermin kemampuan anak. Pengawas hendaknya lebih bertanggung jawab dan lebih memperhatikan peserta didik pada saat pelaksanaan ujian berlangsung agar tidak terjadi indikasi mencontek. Kita mesti melangkah lebih maju, buang pikiran mundur pada era zaman teknologi yang semakin maju, tegasnya. (emy_zoom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *