Penguatan Pendidikan Karakter SMAN 1 Jonggat

Bagikan artikel ini ke:

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan kegiatan penumbuhan budi pekerti peserta didik merupakan kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah yang meliputi kegiatan religius, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan Integritas

Kegiatan pembiasaan adalah kegiatan untuk membangun jati diri peserta didik sesuai dengan nilai, norma, dan etika melalui pengembangan kultur sekolah dalam bentuk kegiatan religius, budaya bersih, budaya disiplin, budaya sehat, budaya ramah, gotong royong, menumbuhkan rasa nasionalisme, mandiri, dan integritas.

a. Karakter religius dilaksanakan melalui kegiatan pembiasaan seperti :
1) tadarus Al-Qur’an/doa pagi/ibadah/Trisandya Hindu pada setiap hari selasa dan Jumat pada kegiatan keagamaan lainnya;
2) berdoa sebelum dan sesudah kegiatan belajar mengajar;
3) dan pembinaan kerohanian dalam pendidikan kepramukaan; dan lain-lain

b. Karakter Nasionalisme dilaksanakan melalui kegiatan pembiasaan seperti:
1) Upacara bendera setiap hari senin;
2) Menggunakan atribut seragam lengkap bagi peserta didik;
3) Melaksanakan seminar tentang bela negara, radikalisme, menyayikan lagu indonesia raya/wajib/daerah, dan lain-lain

c. Karakter gotong royong dilaksanakan melalui kegiatan pembiasaan seperti:
1) Kerja bakti membersihkan kelas masing-masing setiap hari (oleh tim piket kelas)
2) Kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah pada saat kegiatan pramuka
3) Melaksanakan kegiatan kegiatan sekolah lainnya seperti classmeeting, ulang tahun sekolah, bulan bahasa dan lain-lain

d. Karakter Mandiri dilaksanakan melalui kegiatan pembiasaan seperti :
1) Literasi setiap hari Selasa dengan mengisi jurnal kegiatan dan hari Kamis membuat ringkasan/sinopsis hasil literasi;
2) megikuti kegiatan perlombaan secara individu/kelompok di bidang akademik dan non akademik; dan lain-lain

e. Karakter integritas dilaksanakan melalui kegiatan pembiasaan seperti :
1) mengucapkan janji siswa dan menyanyikan lagu mars SMAN 1 Jonggat setiap hari senin;
2) menegakkak didsiplin, kejujuran, dan memberikan perlakuan kepada peserta didik yang datang terlambat/melanggar tata tertib sekolah;
3) menyabut kedatangan peserta didik dengan senyum, sapa, dan salaman setiap pagi hari; dan lain-lain

Literasi

Literasi merupakan kemampuan mental. Oleh karena itu, peserta didik yang literat dimaknai sebagai seorang yang memiliki kemampuan mental/dasar/generik, yang digunakan untuk (a) mengoptimalkan potensi diri, sehingga (b) memberikan manfaat bagi lingkungannya (sekolah, masyarakat, bangsa dan negara). Kemampuan dasar yang dimaksud adalah kemampuan baca-tulis-hitung, kemampuan digital, kemampuan media, dan sejenisnya sesuai dengan perkembangan zaman. Adapun bentuk kegiatan literasi di SMA Negeri 1 Jonggat sebagai berikut:

a. Kegiatan literasi dalam kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan dengan cara membaca sumber belajar seperti buku paket, buku referensi, website yang berkaitan dengan kompetensi dasar yang sedang diajarkan dalam kegiatan belajar mengajar.
b. Kegiatan literasi di luar kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pada :
1) setiap hari Selasa pukul 06.45 – 07.15 Wita peserta didik membaca buku non mata pelajaran dan mencatat judul buku dan halaman yang dibacanya pada jurnal kelas
2) setiap hari Kamis pukul 06.45 – 07.15 Wita peserta didik membuat ringkasan; sinopsis; atau karya sastra yang ditulis di lembar kegiatan literasi dan dikumpulkan ke dalam folder portofolio setiap peserta didik dalam satu kelas
3) Panggung Literasi dalam kegiatan Bulan Bahasa yang dilaksanakan pada bulan Oktober oleh OSIS yang kegiatannya dipusatkan pada Taman Literasi SMAN 1 Jonggat
4) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada peserta didik yang sangat berperan aktif dalam kegiatan litersai di sekolah pada setiap akhir semester dan diberitahukan kepada orang tua peserta didik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *