UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SNOWBALL THROWING PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI MATERI PEMBELAHAN SEL DI KELAS XII MIPA 1 DI SMA NEGERI 1 JONGGAT KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN AJARAN 2019/2020*

Bagikan artikel ini ke:

Oleh:

Pitriatulail**

SMAN 1 Jonggat

Fitriatullail64@gmail.com

ABSTRAK

Pertama, dalam Penelitian Tindakan Kelas ini peneliti meneliti tentang minat, di samping itu tidak harus ada proses karena minat bisa dilihat dari tingkah laku siswa, keseharian siswa dan banyak lagi. Dan peneliti melihat minat siswa yaitu dari angket, seharusnya peneliti hanya meneliti tentang minat saja tidak perlu meneliti tentang hasil belajar tetapi karena penelitian ini jenisnya yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Jadi, peneliti membuat hasil belajar juga karena jenis Penelitian Tindakan Kelas tidak mudah bila tidak melalui proses tindakan kelas yaitu melalui hasil belajar siswa. Kedua, serta hasil belajar siswa sebelum menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel memiliki hasil belajar kelas dengan rata-rata sebesar 62,5 dengan ketuntasan kelas 19,44%. Dalam hal ini hasil belajar peserta didik masih di bawah indikator keberhasilan dan ingin dilakukan perubahan. Ketiga, berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan siklus II setelah diterapkannya model pembelajaran Snowball Throwing ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di Kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Jonggat, Jonggat, Lombok Tengah. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil belajar peserta didik yang meningkat setelah diterapkannya model pembelajaran Snowball Throwing. Pada tahap pra siklus rata-rata hasil belajar 62,5 dengan ketuntasan klasikal 19,44%. Pada siklus I rata-rata 76,11 dengan ketuntasan klasikal 58,33%. Dan pada siklus II rata-rata 86,38 dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Keempat, berdasarkan hasil penelitian pada kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Jonggat, Jonggat, Lombok Tengah, mengenai penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing minat belajar siswa cukup meningkat. Kelima, penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan minat belajar siswa, terlihat pada hasil angket yang dilakukan oleh peneliti (guru) dikategorikan baik dalam pengelolaan pembelajaran.

Kata Kunci: Minat Belajar Siswa, Model Snowball Throwing

PENDAHULUAN

Sejak manusia lahir ke dunia, telah dibekali oleh Allah swt. dengan adanya rasa ingin tahu. Adapun wujud dari keingintahuan ini adalah adanya akal. Dengan akal manusia berpikir sehingga dia mendapatkan ilmu pengetahuan yang semakin lama akan terus berkembang. Untuk memanifestasikan kemampuan akal itu, maka diperlukan pendidikan.

Pendidikan dalam bahasa Indonesia berasal dari kata “didik” yang berarti memelihara danmemberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan berarti proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, perbuatan, cara, mendidik.

Selama ini pembelajaran Biologi materi Pembelahan Sel yang dilaksanakan di sekolah pada umumnya cendrung masih mengikuti pembelajaran pada zaman dulu yang monoton dengan menggunakan buku-buku penunjang saja, sudah menjadi tradisi dan menjadi kebiasaan. Pembelajaran hanya mengutamakan hasil dan hanya sedikit yang mengarah pada proses. Hal ini menyebabkan ilmu yang diperoleh oleh siswa hanya berupa konsep, teori, hukum yang dihafalkan, atau diceritakan dan membaca saja, terasa kering dan tak bermakna. Hendaknya pembelajaran Biologi materi Pembelahan Sel dibuat agar bermakna, beriorientasi pada proses, dan meningkatkan kemampuan siswa dalam penguasaan konsep.

Pendidikan yang bermutu ditentukan oleh banyak faktor. Maka dari itu faktor yang sangat menentukan yaitu guru. Guru yang kreatif senantiasa menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi sehingga meningkatkan minat belajar siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Dalam pembelajaran, guru harus bisa sekreatif mungkin, mampu memahami karakteristik siswa dan mampu mengembangkan serta menggerakkan motivasi pembelajaran siswa ke tahap yang maksimal agar timbul minat belajar dari siswa itu sendiri. Minat bisa timbul, karena ada dorongan yang kuat dari diri sendiri. Selain itu, minat timbul bukan dari diri sendiri saja tetapi juga dorongan yang kuat dari keluarga, orangtua dan lingkungan terutama sekali para guru. Dalam kegiatan belajar, minat itu berperan sebagai kekuatan yang akan mendorong siswa untuk belajar, oleh karena itu pembelajaran yang tidak menarik menyebabkan minat siswa tidak timbul.

Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah peneliti lakukan di SMA Negeri 1 Jonggat Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di kelas XII MIPA 1, diperoleh informasi bahwa KKM mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel. Dari KKM 76 yang ditentukan, di antara siswa kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Jonggat, Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, hanya dapat mencapai KKM dalam mata pelajaran tersebut masih kurang dari KKM 76% yang akhirnya menyebabkan guru melakukan remedial. Terlihat saat proses pembelajaran guru masih menggunakan metode ceramah dengan menggunakan buku-buku penunjang saja dalam menyampaikan materi pelajaran, sementara siswa hanya mencatat hal-hal yang diinformasikan oleh guru. Jadi, terkesan

menoton dan tidak variatif, dan kegiatan pembelajaran hanya berorientasi pada guru, sehingga siswa kurang berminat dan aktif dalam proses pembelajaran berlangsung. Untuk mengatasi hal tersebut guru diharapkan dapat mengembangkan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran Biologi materi Pembelahan Sel. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat mengatasi masalah tersebut yaitu model pembelajaran Snowball Throwing. Model pembelajaran Snowball Throwing merupakan model pembelajaran yang menggunakan bola pertanyaan dari kertas yang digulung bulat berbentuk bola kemudian dilemparkan secara bergiliran antar sesama anggota kelompok.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan menggunakan judul “Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Snowball Throwing pada Mata Pelajaran Biologi Materi Pembelahan Sel di Kelas XII MIPA 1 di SMA Negeri 1 Jonggat Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Tahun Ajaran 2019/2020”

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan, yaitu: 1) Bagaimana minat belajar sebelum mengunakan model Snowball Throwing pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di kelas XII MIPA 1 di SMA Negeri 1 Jonggat Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah? 2) Bagaimana penerapan model Snowball Throwing pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di kelas XII MIPA 1 di SMA Negeri 1 Jonggat kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah? 3) Bagaimana minat belajar setelah menggunakan model Snowball Throwing pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di kelas XII MIPA 1 di SMA Negeri 1 Jonggat Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah?

Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui minat belajar sebelum menggunakan model Snowball Throwing pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di kelas XII MIPA 1 di SMA Negeri 1 Jonggat Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. 2) Untuk mengetahui penerapan model Snowball Throwing pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di kelas XII MIPA 1 di SMA Negeri 1 Jonggat Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. 3) Untuk mengetahui minat belajar setelah menggunakan model Snowball Throwing pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di kelas XII MIPA 1 di SMA Negeri 1 Jonggat Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

KAJIAN PUSTAKA

Landasan Teori

Pengertian belajar adalah suatu perubahan atau upaya untuk mendapatkan perubahan tingkah laku dari diri seseorang itu sendiri dari waktu ke waktu, perubahan dari yang tidak tahu menjadi tahu. Proses belajar yang menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku dan perubahan kepribadian seseorang setelah mengalami peristiwa belajar. Tingkah laku dapat meliputi pengetahuan, sikap, keterampilan, kemampuan, kebiasaan-kebiasaan, perasaan, penanggapan terhadap sesuatu, hubungan atau interaksi sosial, dan sebagainya.

Secara bahasa minat berarti “kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu”, kamus Besar Bahasa Indonesia. Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.

Menurut Dewa Ketut Sukardi yang mengutip pendapat Carl Safran (menurut buku Djamarah), bahwa ada 3 cara yang dapat digunakan untuk menentukan minat, yaitu: minat yang diekspresikan/expressed interest, minat yang diwujudkan/manifest interest, dan minat yang diinventariskan/inventoral interst.

Minat pada hakikatnya merupakan sebab akibat dari pengalaman. Minat berkembang sebagai hasil dari pada suatu kegiatan dan akan menjadi sebab akan dipakai lagi dalam kegiatan yang sama. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut: the factor inner urge/faktor dorongan dari diri sendiri, the factor of attention/faktor perhatian, the factor of social motive/factor motivasi sosial, emosianal factor/faktor emosional, dan kognitif/pengetahuan.

Tak bisa dibantah bahwa minat merupakan salah satu faktor untuk meraih sukses dalam belajar. Peranan dan fungsi penting untuk meraih sukses dalam belajar. Peranan dan fungsi penting minat dengan pelaksanaan belajar atau studi, antara lain, ialah: minat memudahkan terciptanya konsentrasi, minat mencegah gangguan perhatian di luar, minat memperkuat melekatnya bahan pelajaran dalam ingatan, dan minat memperkecil kebosanan belajar dalamdiri sendiri.

Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subjek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada.

Setiap jenis minat berpengaruh dan berfungsi dalam pemenuhan kebutuhan, sehingga makin kuat terhadap kebutuhan sesuatu, makin besar dan dalam minat terhadap kebutuhan tersebut. Adapun menurut Sukartini, perkembangan minat tergantung pada kesempatan belajar yang dimiliki oleh seseorang. Dengan kata lian, bahwa perkembangan minat sangat tergantung pada lingkungan dan orang-orang dewasa yang erat pergaulannya dengan mereka, sehingga secara langsung akan berpengaruh pula terhadap kematangan psikologisnya.

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar ataupun pengembangan serta penyampaian informasi untuk mencapai tujuan tertentu.

Snowball Throwing adalah suatu model pembelajaran yang membagi murid dalam beberapa kelompok, yang nantinya masing-masing anggota kelompok membuat sebuah pertanyaan pada selembar kertas yag digulung bulat berbentuk bola kemudian dilemparkan secara bergiliran antar sama siswa yang lain dengan menggunakan durasi waktu yang sudah ditentukan oleh guru, selanjutnya masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola kertas yang didapatnya. Menurut pendapat Imas & berlin terdapat kelebihan dan kekurangannya dalam model Snowball Throwing yaitu sebagai berikut: Kelebihan model Snowball Throwing yakni melatihkesiapan siswa dan saling memberikan pengetahuan. Sedangkan kekurangan model Snowball Throwing yakni pengetahuan tidak luas hanya berkutat pada pengetahuan sekitar siswa dan tidak efektif.

Penelitian yang Relevan

Dalam penelitian yang relevan ini penulis tidak menemukan penelitian yang sama persis, tetapi penulis/peneliti akan memaparkan beberapa pemikiran yang berkaitan dengan minat belajar siswa dan model pembelajaran Snowball Throwing.

Wahyu Hidayat, (2017), PGSD Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, dengan judul “ Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel dengan Menggunakan Pendekatan PAIKEM di Kelas IV SD Swasta Ichwanussahafa Medan T.P 2016/2017, Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan, 2017” menyimpulkan bahwa pada nilai pra siklus memperoleh rata-rata 40% kemudian meningkat pada siklus I menjadi 61% dan meningkat dengan perolehan rata-rata 100% pada siklus II.

Kerangka Berfikir

Berdasarkan kerangka teoritis yang telah diuraikan di atas, maka kerangka berfikir dalam pembelajaran ini adalah proses pembelajaran yang semula hanya terfokus pada guru saja akan berubah menjadi terfokus pada siswa.

Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan suatu metode dan model-model pembelajaran untuk mendorong minat belajar siswa dalam proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar atau prestasi siswa. Salah satu di antaranya adalah model pembelajaran Snowball Throwing diharapkan kegiatan pembelajaran pada siswa kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Jonggat Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah dapat lebih kesan dan bermakna, sehingga minat belajar yang semula cenderung dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dapat meningkat.

Hipotesis Tindakan

Adapun hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel dengan pembelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Jonggat Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah tahun ajaran 2019/2020.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. PTK adalah penelitian tindakan yang dilaksanakan di dalam kelas ketika pembelajaran berlangsung.

Subjek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Jonggat, Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA 1 semester ganjil tahun ajaran 2019/2020. Penentu subjek diperoleh berdasarkan hasil diskusi dan rujukan dari kepala sekolah. Objek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah minat belajar siswa dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Jonggat, Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing.

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini di laksanakan di Kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Jonggat, Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020. Jadwal sesuai dengan kalender pendidikan dan jadwal mata pelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan sebanyak 2 kali tatap muka.

Waktu yang digunakan oleh peneliti untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas dalam rangka melaksanakan perbaikan pembelajaran Biologi materi Pembelahan Sel melalui model pembelajaran Snowball Throwing. Dan penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun ajaran 2019/2020 yaitu pada bulan September sampai dengan November. Penelitian ini dilaksanakan pada jam pelajaran yang bersangkutan sehingga tidak mengganggu jam pelajaran lainnya.

Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian merupakan langkah-langkah yang dilaksanakan dalam penelitian, tindakannya dilakukan melalui proses pengkajian ulang. Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan observasi awal atau orientasi untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, keadaan di dalam kelas dan mengidentifikasi kemungkinan masalah-masalah yang akan muncul sehingga secara tidak langsung penelitian akan mempersiapkan langkah dan model untuk memecahkan persoalan yang kelak akan dihadapi di kelas tersebut, kemudian guru menentukan langkah-langkah untuk perencanaan tindakan.

Teknik Pengumpulan Data

Instrumen ini digunakan dalam penelitian ini menggunakan pilihan ganda (multiple choice). Untuk memperoleh data dan informasi dalam penelitian ini maka teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan: tes, angket atau quesioner, observasi, dan dokumentasi.

Teknik Analisis Data Analisis data ini dilakukan untuk mengetahui berhasil tidaknya tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini. Seorang siswa dapat dikatakan tuntas belajar jika telah mencapai skor 75% atau nilai 77. Sesuai nilai kriteria ketuntasan minimal pada pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di SMA Negeri 1 Jonggat Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Adapun tabel skala penilaian yaitu:

Rentang SkorKriteria
81% – 100%Sangat Baik
61% – 80%Baik
41% – 60%Cukup
21% – 40%Kurang
0% – 20%Sangat Kurang

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Sekolah

Nama                                             : SMAN 1 Jonggat

NPSN                                             : 50201393

Alamat                                           : Jln. Raya Ubung

Kode Pos                                        : 83561

Desa/Kelurahan                             : Ubung

Kecamatan/Kota (LN)                   : Kec. Jonggat

Kab-Kota/Negara (LN)                  : Kab. Lombok Tengah

Propinsi/Luar Negeri (LN)            : Prov. Nusa Tenggara Barat

Status Sekolah                              : Negeri

Waktu Penyelenggaraan              : Pagi/6 hari

Jenjang Pendidikan                       : SMA

Deskripsi Hasil Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu suatu pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dalam sebuah kelas dengan menggunakan berbagai kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan atau dipersiapkan terlebih dahulu sebelum tindakan dilakukan. Penelitian melakukan di SMA Negeri 1 Jonggat, kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilakukan langsung oleh peneliti yang bertindak sebagai pengamat atau observer. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing di kelas XII MIPA 1 semester ganjil tahun ajaran 2019/2020.

Setiap Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tentunya ada siklus yang merupakan suatu tahapan dalam memecahkan masalah pembelajaran menuju pembelajaran yang lebih baik lagi. Pada penelitian ini, peneliti melaksanakan dua siklus yang akan peneliti deskripsikan sebagai berikut:

Pra Siklus

Sebelum pelaksanaan siklus demi siklus yang diterapkan dalam pembelajaran. Peneliti melakukan observasi awal terlebih dahulu (pra tindakan) terhadap proses pembelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Jonggat Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

Observasi pada tahap pra siklus ini menggunakan lembar soal atau pre test yang di pegang oleh peneliti untuk dibagikan kepada peserta didik di awal penelitian sebagai tes awal selama proses berlangsung.

Kemampuan siswa dalam menjawab soal pada tes awal jauh dari kriteria ketuntasan yang diharapkan. Bahwa dari jumlah siswa sebanyak 36 siswa didapat hanya 7 siswa yang tuntas dengan persentase klasikal (19,44%), sementara 29 siswa lainnya tidak tuntas dengan perolehan persentase (80,5%). Dari paparan hasil nilai yang didapatkan siswa maka tampak bahwa persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal hanya (19,44%). Dan rata-rata nilai diperoleh (62,5). Berdasarkan data di atas ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dapat dijabarkan sebagai berikut:

No.Persentase Ketuntasan Belajar KlasikalTingkat KetuntasanBanyak Siswa%
1.19,44 %Tidak Tuntas2980,5%
2. Tuntas719,44%
Jumlah36100%

Dari ketuntasan klasikal yang diperoleh siswa pada tes awal hanya sebanyak (19,44%) atau sekitar 7 siswa yang telah tuntas dalam menjawab soal yang telah diberikan, sementara itu sebanyak 80,5% atau sekitar 29 Siswa yang belum tuntas dalam menjawab soal yang diberikan. Ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel masih sangat rendah dan ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal belum tercapai.

Setelah mengamati secara proses pembelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di kelas XII MIPA 1 pada tahap tes awal atau pra siklus, kemudian peneliti mendiskusikan dengan teman sejawat untuk tahap berikutnya yaitu tahap siklus I untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Siklus I

Berdasarkan hasil yang didapati pada pra tindakan, setelah melakukan wawancara, melakukan pengamatan langsung dan juga pemberian tes awal oleh peneliti maka didapati permasalahan atau kesulitan dalam belajar. Dari permasalahan itu peneliti merancang alternatif tindakan yang akan dilaksanakan dalam memecahkan permasalahan yang didapati ketika pelaksanaan pra tindakan. Alternatif tindakan yang akan peneliti lakukan adalah dengan menerapkan model Snowball Throwing, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaranBiologi materi Pembelahan Sel di SMA Negeri 1 Jonggat, Jonggat, Lombok Tengah serta mampu membangkitkan minat belajar siswa.

Dari data observasi yang diperoleh pada tabel di atas bahwa aktivitas mengajar atau kegiatan mengajar guru (peneliti) pada siklus I mencapai nilai 55,20%. Dari hasil yang telah dicapai guru (peneliti) masuk ke dalam kategori cukup, Sehingga guru (peneliti) menyadari untuk lebih meningkatkan keterampilan mengajar sesuai dengan permasalahan yang terdapat dikelas agar dengan kegiatan selanjutnya pada siklus II dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan nilai yang maksimal.

Kemampuan siswa dalam menjawab soal pada siklus 1 kurang dari kriteria ketuntasan yang diharapkan. Bahwa dari jumlah siswa sebanyak 36 siswa didapat ada 21 siswa yang tuntas dengan persentase klasikal (58,33%), sementara 15 siswa lainnya tidak tuntas dengan perolehan persentase (41,66%). Dari paparan hasil nilai yang didapatkan siswa maka tampak bahwa persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal hanya (58,33%). Dan rata-rata nilai diperoleh (76,11). Berdasarkan data di atas ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dapat dijabarkan sebagai berikut:

No.Persentase Ketuntasan Belajar KlasikalTingkat KetuntasanBanyak Siswa%
1.58,33%Tidak Tuntas1541,66%
2. Tuntas2158,33%
Jumlah36100%

Dari ketuntasan klasikal yang diperoleh siswa pada siklus 1 sebanyak (58,33%) atau sekitar 21 siswa yang telah tuntas dalam menjawab soal yang telah diberikan, sementara itu sebanyak 41,66% atau sekitar 15 siswa yang belum tuntas dalam menjawab soal yang diberikan. Ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel masih rendah dan ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal belum tercapai. Setelah proses pembelajaran siklus I peneliti dan guru wali kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Jonggat mendiskusikan hasil pengamatan pada penyajian siklus I yang kemudian digunakan untuk perbaikan pada siklus II.

Siklus II

Berdasarkan  refleksi  pada  siklus  I,  penerapan  model  pembelajaran  Snowball Throwing perlu ada perbaikan tindakan. Dari hasil evaluasi pada pelaksanaan siklus I sebelumnya ternyata masih menunjukkan beberapa kelemahan yang menyebabkan belum sepenuhnya berhasil. Pada pelaksanaan proses pembelajaran siklus II lebih ditingkatkan lagi kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal. Pada siklus II guru melaksanakan perbaikan pengajaran untuk menyelesaikan kendala yang ada pada siklus I dengan melihat refleksi pada siklus I.

Sebagaimana langkah-langkahnya sebagai berikut. Langkah-langkah ini dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang akan dijelaskan sebagai berikut:

Kegiatan mengajar guru (peneliti) meningkat dari persentase skor siklus I sebesar 55,20 meningkat menjadi 81,25%. Dengan demikian dapat disimpulkan kegiatan belajar peserta didik sudah berjalan dengan baik sekali sesuai dengan yang diharapkan. Karena siklus II ini, merupakan penyempurnaan dari metode yang telah dijalankan sebelumnya. Kemampuan siswa dalam menjawab soal pada siklus 2 kriteria ketuntasan yang diharapkan. Bahwa dari jumlah siswa sebanyak 36 siswa sudah mencapai 36 siswa yang tuntas dengan persentase klasikal (100%), sedangkan siswa yang belum tuntas berjumlah 0 orang dengan perolehan persentase klasikal (0%). Dari paparan hasil nilai yang didapatkan siswa maka tampak bahwa persentase ketuntasan belajar siswa secara

klasikal sudah sangat mencapai (100%). Dan rata-rata nilai diperoleh (80). Berdasarkan data di atas ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dapat dijabarkan sebagai berikut:

No.Persentase Ketuntasan Belajar KlasikalTingkat KetuntasanBanyak Siswa%
1.100%Tidak Tuntas00%
2. Tuntas36100%
Jumlah36100%

Dari  ketuntasan  klasikal  yang  diperoleh  siswa  pada  siklus  II  sebanyak  (100%)  atau sebanyak 36 siswa yang telah tuntas dalam menjawab soal yang telah diberikan, sementara itu sebanyak 0% atau hanya sekitar 0 siswa yang belum tuntas dalam menjawab soal yang diberikan. Ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel sudah sangat mencapai ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. Jadi dari jumlah keseluruhan siswa maka siklus selanjutnya tidak dilaksanakan lagi.

Setelah melalui tahapan pelaksanaan serta sekaligus melaksanakan observasi dan diakhiri dengan  evaluasi  hasil  belajar  siswa  maka  selanjutnya  dilakukan  tahap  refleksi.  Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi diperoleh informasi bahwa pada siklus II ini siswa memperlihatkan perubahan yang lebih baik, dapat dilihat dari semakin aktifnya siswa dalam belajar, minat belajar siswa, seperti aktifnya berdiskusi, minat belajar dalam menjawab pertanyaan dari siswa yang lain yang diajukan.

Sehubungan karena ketuntasan belajar secara klasikal telah tercapai, maka siklus selanjutnya tidak dilaksanakan. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Jonggat, Jonggat, Lombok Tengah, Tahun Ajaran 2019/2020.

Berdasarkan hasil tes belajar siklus II ini telah menunjukkan hasil yang memuaskan, karena jumlah siswa yang tuntas dalam mengerjakan tes belajar siklus II semakin meningkat.

Hal ini dibuktikan dari 36 siswa keseluruhan sebanyak 36 siswa dalam menjawab tes/soal yang diberikan telah mencapai KKM yang ditentukan yakni sebesar 100%, sedangkan siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 0 siswa dan siswa yang belum tuntas ini diberikan latihan/soal atau refleksi kembali agar bisa mencapai KKM, dan bisa sama dengan teman yang sudah tuntas.

Pelaksanaan hasil belajar dengan penerapan model pembelajaran Snowball Throwing pada siklus II ini ketuntasan siswa secara klasikal telah tercapai, yaitu sebesar (100%). Dengan demikian secara keseluruhan tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas ini sudah tercapai, sehingga digunakan untuk mengakhiri penelitian.

Pembahasan Hasil Penelitian

Pembelajaran Biologi materi Pembelahan Sel dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan di sekolah SMA Negeri 1 Jonggat, Jonggat, Lombok Tengah, pada pembelajaran Biologi materi Pembelahan Sel terlihat bahwa sebelum diberikan tindakan berupa tes awal hanya ada 7 siswa yang tuntas dengan persentase ketuntasan klasikal (19,44 %) dan rata-rata nilai 62,5. Setelah diberikannya tindakan dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing, terlihat pada siklus I telah terjadi peningkatan, dari 36 Siswa terdapat 21 siswa yang tuntas dengan persentase ketuntasan klasikal (58,33 %) dan rata-rata 76,11. Sehubungan pada siklus I belum tercapai ketuntasan secara klasikal. Maka dilaksanakan kembali pada siklus II yang masih menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing. Pada siklus II ketuntasan kembali meningkat dari siklus sebelumnya (siklus I) sebanyak 36 siswa dengan persentase ketuntasan

klasikal (58,33%) menjadi 36 siswa yang tuntas dengan persentase ketuntasan (100%) dan rata-rata (80). Dan 0 siswa yang tidak tuntas diberikan remedial guna memperbaiki hasil belajar yang optimal dan mencapai KKM yang telah ditentukan.

Agar lebih mudah memahaminya, meningkatnya hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel perbandingan yang menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing di bawah ini:

Tabel Perbandingan Meningkatnya Hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Pembelajaran SnowballThrowing pada Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II

 Pra SiklusSiklus ISiklus II
Siswa Tuntas71536
Persentase Tuntas19,44 %58,33 %100%
Siswa Tidak Tuntas29210
Persentase Tidak Tuntas80,5 %41,66%0%

Berikut adalah grafik peningkatan minat belajar dari pra siklus, ke siklus I ke siklus II:

Dalam pembahasan pada bab 4 ini bahwasannya peneliti meneliti tentang minat, di samping itu tidak harus ada proses karena minat bisa dilihat dari tingkah laku siswa, keseharian siswa dan banyak lagi. Dan peneliti melihat minat siswa yaitu dari angket, seharusnya peneliti hanya meneliti tentang minat saja tidak perlu meneliti tentang hasil belajar tetapi karena penelitian ini jenisnya yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Jadi, peneliti membuat hasil belajar juga karena jenis Penelitian Tindakan Kelas tidak mudah bila tidak melalui proses tindakan kelas yaitu melalui hasil belajar siswa.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Uraian hasil penelitian pada Penelitian Tindakan Kelas dan pembahasan pada bab sebelumnya yang berjudul Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Snowball Throwing pada Mata Pelajaran Biologi Materi Pembelahan Sel di Kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Jonggat Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Tahun Ajaran 2019/2020. Dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Pertama, dalam Penelitian Tindakan Kelas ini peneliti meneliti tentang minat, di samping itu tidak harus ada proses karena minat bisa dilihat dari tingkah laku siswa, keseharian siswa dan banyak lagi. Dan peneliti melihat minat siswa yaitu dari angket, seharusnya peneliti hanya meneliti tentang minat saja tidak perlu meneliti tentang hasil belajar tetapi karena penelitian ini jenisnya yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Jadi, peneliti membuat hasil belajar juga karena jenis Penelitian Tindakan Kelas tidak mudah bila tidak melalui proses tindakan kelas yaitu melalui hasil belajar siswa.

Kedua, serta hasil belajar siswa sebelum menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel memiliki hasil belajar kelas dengan rata-rata sebesar 62,5 dengan ketuntasan kelas 19,44%. Dalam hal ini hasil belajar peserta didik masih di bawah indikator keberhasilan dan ingin dilakukan perubahan.

Ketiga, berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan siklus II setelah diterapkannya model pembelajaran Snowball Throwing ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi materi Pembelahan Sel di kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Jonggat, Jonggat, Lombok Tengah. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil belajar peserta didik yang meningkat setelah diterapkannya model pembelajaran Snowball Throwing. Pada tahap pra siklus rata-rata hasil belajar 62,5 dengan ketuntasan klasikal 19,44%. Pada siklus I rata-rata 76,11 dengan ketuntasan klasikal 58,33%. Dan pada siklus II rata-rata 86,38 dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%.

Keempat, berdasarkan hasil penelitian pada kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Jonggat, Jonggat, Lombok Tengah, mengenai penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing minat belajar siswa cukup meningkat.

Kelima, penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan minat belajar siswa, terlihat pada hasil angket yang dilakukan oleh peneliti (guru) dikategorikan baik dalam pengelolaan pembelajaran.

Saran-Saran

Sebagai akhir dari penulisan Penelitian Tindakan Kelas ini, dengan berdasarkan pada Penelitian Tindakan Kelas yang peneliti lakukan, maka peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut:

Pertama, penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing ini perlu diterapkan dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Jonggat, Jonggat, Lombok Tengah agar dapat meningkatkan minat belajar siswa dan hasil belajar siswa.

Kedua, perlu diadakan penelitian lebih lanjut tentang pembelajaran dengan model pembelajaran Snowball Throwing ini, tidak hanya pada pembelajaran Biologi materi Pembelahan Sel untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Ketiga, kepada guru hendaknya memperhatikan keadaan kondisi belajar siswa agar dapat memilih model atau strategi apa yang tepat dalam mengajar.

*PTK ini diambil dari Jurnal INSPIRATOR GURU Volume 2 Nomor4, Mei 2020 ISSN 2654-2536 yang ditulis oleh penulis yang sama.

**Guru Mata Pelajaran Biologi di SMAN 1 Jonggat

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, 2017, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara.

Suharsimi Arikunto, 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta.

A’ad, 1978, Terjemah Ta’limul Muta’alim, Yogyakarta: Menara Kudus.

Azyumardi, 2003, Demokrasi hak Asasi Manusia Masyarakat Madani, Jakarta: Predana Media.

Benny, 2009, Model Desain Sistem Pembelajaran, Jakarta: PT Dian Rakyat.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan terjemahnya, Bandung: PT Syaamil Cipta Media, Juz .

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan terjemahnya, Bandung: PT Syaamil Cipta Media, Juz

28.

Dipl H.Moh Zuhri, 1992, Tarjamah Sunan At-Tirmidzi, Semarang: CV. Adhi Grafika. Djamarah, 2006, Strategi Belajar Mengejar, Jakarta: PT Rineka Cipta.

Fathurrohman Muhammad, 2015, Model-Model Pembelajaran Inovatif, Jakarta: Az- ruzz Media.

Hamdayana, 2014, Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan Berkarakter, Bogor: Ghalia Indonesia.

Hanum, 2017, Filsafat Pendidikan Islam, Medan: Rayyan Press.

http://nadhirandut.blogspot.co.id/2014/02/rangkuman-materi-Biologi materi Pembelahan Sel-bab- kebebasan.html. di unduh Selasa, 23 Januari 2018, Pukul 20.50 Wib

Imas & Berlin, 2015, Ragam Pengembangan Model Pembelajaran, Kata Pena. Jemmy dkk, 2013, Statistik Penelitian, Bandung: Ciptapustaka Media Perintis.

LD Oviyanti, 2014, “Keefektifan Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Bervisi Sets terhadap Hasil Belajar Koloid”. Chemisty in Education, Vol.3 No.1, 2013.

Makmun, 2013, Psikologi Belajar, Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Nasution Mansur Hasan, 2013, Pengalaman Berorganisasi, Bandung: Perdana Mulya Sarana.

Ngalimun, 2015, Strategi dan Model Pembelajaran, Yogyakarta: Aswaja Pressindo. Pidarta, 2004, Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta: PT Rineka Cipta.

Salim dkk, 2015, Penelitian Tindakan Kelas, Medan: Perdana Publishing.

Sardiman, 2011, Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Slameto, 2010, Belajar & Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, Jakarta: PT Rineka Cipta.

Suprijono, 2010, Cooperative Learing, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Susanto, 2012, Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar, Jakarta: Prenada Media Group.

Syafaruddin, 2015, Manajemen Organisasi Pendidikan, Medan: Perdana Publishing.

Tim Pengembangan Ilmu Pendidikan FIP-UPI, 2017, Ilmu & Aplikasi Indonesia, PT Imperial Bhakti Utama.

UU Republik Indonesia No.14 Tahun 2015 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Winarno,

2014, Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta: Bumi Aksara.

Zaini Hisyam dkk, 2008, Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *